Selasa, 13 Desember 2011

ANALISIS PASAR OLIGOPOLI ( SEPEDA MOTOR )

MIKRO EKONOMI
ANALISIS PASAR OLIGOPOLI
( SEPEDA MOTOR )


 



                                                                   








Disusun oleh:
1. Vina Puspitasari    (F0311116) / Akuntansi
2. Widodo Dwi P       (F0311117) / Akuntansi
3. Willy Bramantya   (F0311118) / Akuntansi



FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
2011
PENDAHULUAN

Sepeda motor sebagai kendaraan di Indonesia telah dikenal semenjak beberapa puluh tahun yang lalu, ketika sepeda motor masih dianggap sebagai barang mewah. Pada saat itu jumlah sepeda motor masih sangat sedikit dan pasaran masih didominasi oleh sepeda motor buatan Eropa / Amerika. Namun pada pertengahan tahun 1960-an, mulai bermunculan sepeda motor buatan Jepang. Sepeda motor buatan Eropa / Amerika dinilai telah kehilangan pasar dan sejak saat itu Indonesia mulai didominasi oleh sepeda motor buatan Jepang.
Namun dalam perkembangannya kini, produk sepeda motor buatan Jepang yang ada di Indonesia tidak hanya dikuasai oleh satu merek tertentu saja, melainkan juga terdapat persaingan dalam merebut konsumen Indonesia. Produsen teratas dalam persaingan tersebut ialah Honda, Yamaha dan Suzuki. Tiga pabrikan Jepang tersebut telah bersaing ketat dalam segi penjualan produk, market share, menarik pembeli hingga produktivitas iklan untuk meningkatkan penjualan produk mereka.










PERUSAHAAN MOTOR HONDA







1.        Profil
Honda Motor Company, Ltd adalah produsen mobil, truk, sepeda motor dan skuter asal Jepang.  Honda yang berlogo sayap kepak merah ini didirikan pada 24 September 1948 oleh Soichiro Honda. Honda merupakan produsen sepeda motor terbesar di dunia sejak 1959 dan juga produsen mesin pembakaran dalam terbesar dengan produksi lebih dari 14 juta unit tiap tahun. Honda merupakan pabrik mobil terbesar keenam di dunia. Pada tahun 2004, perusahaan ini mulai memproduksi motor diesel, yang sangat tenang dan tidak membutuhkan penyaring untuk dapat melewati standar polusi. Honda di Indonesia paling terkenal dengan sepeda motornya. Honda bermarkas di Tokyo. Saham mereka diperdagangkan di Bursa Saham Tokyo, Bursa Saham New York, dan juga perdagangan di Osaka, Nagoya, Sapporo, Kyoto, Fukuoka, London, Paris dan Swiss. American Honda Motor Co., bermarkas di Torrance, California.
        Honda motor merupakan salah satu produsen kendaraan bermotor yang sudah dikenal masyarakat secara luas. Di Indonesia, nama Honda bahkan menjadi sebutan generik bagi sepeda motor. Hal ini karena brand Honda sudah sangat melekat di benak konsumen sepeda motor. Di Indonesia, Honda Motor dikenal sebagai produsen sepeda motor yang memiliki keunggulan dalam hal keiritan bahan bakar. Sejak pertama muncul, image sebagai motor yang ekonomis sudah melekat pada kendaraan berlogo huruf H dalam kotak ini. Selain karena keiritan, motor Honda juga dikenal karena memiliki banyak varian. Hal ini menjadikan konsumen memiliki keleluasaan dalam memilih jenis motor sesuai kebutuhan sehingga lebih efektif. Honda menyediakan motor yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari, kegiatan sport, atau touring. Semua jenis pilihan tersebut dibuat demi memberikan kepuasan pada konsumen sepeda motor yang memiliki banyak karakter. Beberapa jenis motor yang diproduksi oleh Honda motor diantaranya adalah motor matic, motor bebek, motor sport, dan honda touring.

2.        Produksi dan Keuntungan
Pada tahun 2007, PT Astra Honda Motor (AHM) selaku produsen serta distributor sepeda motor Honda di Indonesia mencapai produksi ke-20 juta unit sepeda motor Honda. Produk yang ke-20 juta itu adalah Honda Supra X 125 PGM FI. Di tingkat dunia, pencapaian yang dilakukan PT AHM menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di kawasan ASEAN yang mencapai produksi ke-20 juta. Pabrik motor Honda berdiri pada tahun 1971 di kawasan Sunter I, Jakarta Utara. Di sana kemudian muncul pabrik Honda baru dan jenis produk baru karena semakin meningkatnya permintaan terhadap sepeda motor jenis Honda. PT AHM terus melakukan inovasi dan meningkatkan kapasitas produksi. PT AHM mendirikan pabrik kedua di Pegangsaan pada tahun 1996 dan pabrik ketiga di Cikarang pada tahun 2005. Dengan ketiga pabrik itu, yang ditunjang oleh tenaga kerja yang handal serta fasilitas mesin-mesin produksi mutakhir, mampu menghasilkan tiga juta unit sepeda motor Honda setiap tahunnya. Untuk memenuhi keinginan penduduk di suatu daerah, maka PT Astra Honda Motor menetapkan jaringan penjualan lokal, dengan membagi sistem operasi sehingga banyak produk yang tidak hanya dibuat, tetapi juga dikembangkan di beberapa daerah tempat nantinya produk akan digunakan. Hasilnya adalah sebanyak 124 fasilitas pabrik di 28 negara diluar Jepang yang memproduksi motor, mobil, dan power products untuk melayani kebutuhan sekitar 17 juta pelanggan setiap tahunnya.
Pada kuartal I-2011, PT Astra International Tbk (Astra Grup) mencatat kenaikan 28 persen pertumbuhan laba bersih perusahaan menjadi Rp 2,1 triliun. Meski meningkat, Astra dihadapkan kekurangan pasokan dari Jepang (akibat bencana dan gempa) yang berpotensi menurunkan kinerja sektor otomotif. Berdasarkan laporan keuangan yang belum diaudit, Januari-Maret 2011, pendapatan bersih perseroan mencapai Rp 38,693 triliun, naik 30 persen dari periode yang sama tahun lalu Rp 29,688 triliun. Laba usaha juga terdongkrak 34 persen jadi Rp 4,340 triliun dari sebelumnya Rp 3,247 triliun. Total laba bersih Grup Astra tercatat Rp 4,303 triliun, naik 43 persen dari Rp 3,014 triliun dan laba bersih per saham naik 43 persen menjadi Rp 1.063 dari Rp 744. Untuk segmen sepeda motor, dari pasar sekitar 2 juta unit (naik 20 persen) pangsa PT Astra Honda Motor (anak perusahaan Astra) tercatat 50 persen naik dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 45 persen. Selama tiga bulan pertama, Grup Astra meluncurkan beberapa model kendaraan facelift, yakni Isuzu Elf, Honda CBR 250R, Revo, Fit, dan Honda New Supra X. Untuk komponen, melalui PT Astra Otoparts Tbk (AOP) mengalami penurunan laba bersih 7 persen menjadi Rp 259 miliar karena margin operasional yang sedikit menurun dibandingkan periode yang sama tahun 2010. Sementara itu, penjualan sepeda motor nasional naik 12% menjadi 6,2 juta unit. Penjualan PT Astra Honda Motor (AHM) tumbuh 24% menjadi 3,2 juta unit dan berhasil meningkatkan pangsa pasar dari 47% menjadi 52%.





3.       Market Share
Mengakhiri  paruh pertama tahun 2011, PT Astra Honda Motor (AHM) berhasil meraih pangsa pasar sebesar 51,8% setelah membukukan penjualan sebanyak 2.099.349 unit. Pencapaian ini semakin mengokohkan kepemimpinan Honda di pasar sepeda motor nasional. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), sepanjang semester I tahun ini, AHM berhasil mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 26% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010 yang hanya 1.665.509 unit. Pertumbuhan penjualan motor Honda tersebut jauh melampaui pasar motor nasional yang hanya tumbuh 12,7%. Pada semester I tahun ini penjualan motor di pasar domestik tercatat sekitar 4.056.075 unit sedangkan periode yang sama tahun lalu hanya 3.599 juta unit.
Menurut Direktur Marketing AHM Auddie A. Wiranata pada semester I tahun ini, Honda tidak hanya unggul dari sisi pertumbuhan penjualan saja, dari sisi volume penjualan, Honda juga semakin jauh meninggalkan pesaing terdekatnya dengan selisih penjualan sekitar 453.265 unit. Bahkan khusus pada bulan Juni, pangsa pasar Honda melejit ke angka 54,9% dengan penjualan domestik 361.665. Selama enam bulan pertama tahun ini, AHM berusaha memenuhi kebutuhan konsumen dengan merilis beberapa produk baru. Ada Honda CBR250R yang merupakan flagship motor sport premium Honda dan Honda CBR150R yang baru dirilis akhir bulan Juni lalu. Di segmen skutik, AHM menambah pilihan warna skutik retro modern Honda Scoopy dan menjadi pioneer dengan memperkenalkan skutik dengan bagasi ekstra luas  yaitu Honda Spacy Helm In.  Di segmen bebek, AHM memperbarui tampilan Honda Supra X125 dan Honda Absolute Revo serta menambah varian baru dengan harga yang lebih terjangkau yaitu Honda Revo Fit.
Di segmen bebek, dominasi Honda semakin tak tergoyahkan setelah pada semester I tahun ini berhasil membukukan penjualan sebanyak 895.819 unit. Di segmen ini, kepemimpinan Honda juga semakin kokoh setelah mengantongi 56,1% pangsa pasar melalui beberapa model, yaitu Absolute Revo, Revo AT, Supra X125, dan Blade. Melengkapi pencapaian di segmen bebek, pada kategori skutik AHM juga berhasil membukukan lonjakan pertumbuhan yang luar biasa yaitu 62,90% setelah pada paruh pertama tahun ini mencatat penjualan sebesar 1.075.336 unit, sementara pada Januari-Juni tahun lalu hanya 660.101 unit. Pencapaian ini mempertegas dominasi Honda sebagai Raja Baru Skutik dengan menguasai pangsa pasar 53,2%.
 Di segmen sport, Honda juga membukukan pertumbuhan penjualan yang signifikan yaitu 50,1%. Pada semester I tahun ini, tercatat penjualan tipe motor sport Honda sebanyak 128.194 unit sedangkan tahun lalu hanya 85.401 unit. Di segmen ini, Honda memiliki beberapa model yaitu New MegaPro,  Tiger, CS1, Honda CBR250R dan Honda CBR150R.
Sebagaimana terlihat pada grafik di bawah ini secara kumulatif pabrik Honda telah menguasai market share sebesar 51.8% sampai dengan bulan Juni 2011. Sebanyak 50% penjualan SPM Honda didominasi jenis bebek, sedangkan matic menyumbang 40% dan 10% berikutnya ialah SPM jenis sport. Kapasitas produksi AHM tahun lalu mencapai total 3 juta 416 ribu unit. Sedangkan tahun ini kalkulasi perbulan Juli 2011 sudah mampu meraih 4,5 juta unit.
 




5.                   Karakteristik Pembeli




4.        Karakteristik Pembeli
Di era globalisasi dan pasar bebas, berbagai jenis barang dan jasa dengan ratusan merek membanjiri pasar Indonesia. Persaingan antar merek setiap produk akan semakin tajam dalam merebut konsumen. Bagi konsumen, pasar menyediakan berbagai pilihan produk dan merek yang banyak. Konsumen bebas memilih produk dan merek yang akan dibelinya. Keputusan membeli ada pada diri konsumen. Konsumen akan menggunakan berbagai kriteria dalam membeli produk dan merek tertentu. Diantaranya ialah ia akan membeli produk yang sesuai kebutuhannya, seleranya dan daya belinya. Perilaku pembelian konsumen pada dasarnya merupakan proses memilih, membeli dan menggunakan produk untuk memenuhi kebutuhan. Perusahaan dalam menjalankan usahanya harus selalu memantau perubahan perilaku konsumen sehingga dapat mengantisipasi perubahan perilaku konsumen tersebut untuk memperbaiki strategi pemasarannya karena pada hakekatnya tujuan dari pemasaran adalah untuk mengetahui dan memahami sifat dan karakteristik konsumen dengan baik sehingga produk yang ditawarkan dapat laku terjual dan konsumen loyal terhadap produk yang dihasilkan.Konsumen hidup dalam sebuah lingkungan yang kompleks. Keputusan konsumen dalam membeli sebuah produk dipengaruhi oleh banyak faktor, baik dari dalam diri sendiri, maupun dari luar diri atau lingkungannya. Faktor utama mempengaruhi perilaku konsumen adalah faktor kebutuhan seperti budaya dan kelas sosial.
Perusahaan yang berorientasi pada konsumen, akan selalu beradaptasi dan bereaksi terhadap kebutuhan dan keinginan konsumen yang selalu berubah, dengan cara menerapkan perencanaan strategi pemasaran. Demikian halnya dengan pemenuhan kebutuhan dan keinginan mengenai produk motor perlu direncanakan dengan strategis untuk dapat memenangkan persaingan bisnis. Dengan mengetahui berbagai faktor psikologis yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen produk motor, maka inovasi yang dilakukan terhadap produk motor dapat disesuaikan dengan keinginan konsumen, sehingga strategi pemasaran yang direncanakan akan mencapai sasaran. Pengaruh sikap terhadap perilaku pembelian secara umum bergantung pada keterlibatan konsumen dalam pembelian. Keterlibatan yang tinggi dari konsumen dalam pembelian akan dipengaruhi oleh tingginya hubungan antara kepercayaan terhadap merek. Ketika konsumen mempunyai kepercayaan yang tinggi terhadap suatu merek, maka ia akan sangat terlibat dan sangat selektif dalam keputusan pembeliannya. Berarti jika konsumen yakin bahwa merek Honda sebagai merek yang berkualitas, maka tipe apapun keluaran Honda maka pembeli yakin pasti berkualitas.
Pengaruh brand image yang cukup baik membuat customer loyal terhadap produk honda. Persepsi customer yang menggangap motor honda merupakan kendaraan yang hemat bahan bakar, purna jual yang mudah serta harga jual yang tinggi mempengaruhi keputusan konsumen membeli sepeda motor Honda. Selain itu, untuk menjaga kualitas dan kenyamanan masyarakat, Honda membuka bengkel resmi yang tersebar di seluruh pelosok bernama Ahass. Hampir di tiap jarak 1-2 kilometer, bengkel merek Ahass mudah ditemukan. Dengan banyaknya bengkel itu, sepeda motor Honda dapat dengan mudah menyediakan suku cadang asli dan menjaga loyalitas pembeli terhadap produk Honda. Perusahaan motor honda memperhatikan dan meningkatkan atribut yang berpengaruh terhadap kepuasan konsumen seperti sebagai berikut : mesin awet, nilai jual kembali yang tinggi, pelayanan, pameran yang konsisten, meningkatkan quality control,  kebijakan harga ( Pricing Policy ), meningkatkan kepuasan pelanggan ( Customer Satisfaction ), mempunyai nilai bagi pelanggan ( Customer Perceived Value ), diferensiasi bersaing ( Competitor Differentiation). Karena variabel kualitas produk yang berpengaruh paling kuat, maka perlu ditingkatkan kualitas produknya tanpa mengabaikan variabel-variabel lainnya.
Profil pengguna seepeda motor merek Honda adalah responden yang berpendidikan maksimal diploma dan mempunyai ekspektasi yang kuat terhadap harga jual kembali dan ketangguhan motor / tidak mudah rusak. Persepsi yang melekat pada benak konsumen terhadap Honda adalah ekonomis atau irit BBM, kuat / tahan lama, berkualitas tinggi, harga terjangkau, harga purna jual yang baik, spare part / suku cadang yang pantas / wajar.

5.        Analisis Iklan
Persaingan yang semakin ketat dewasa ini, terutama untuk produksi sepeda motor menuntut agar masing – masing perusahaan / produsen sepeda motor bersaing dalam menarik atau memperebutkan konsumen. Produsen sepeda motor Honda adalah salah satunya. Dalam memasarkan produknya Honda sangat memperhatikan faktor produk, harga, dan iklan yang mereka buat. Diketahui bahwa terdapat hubungan bernilai positif yang cukup kuat antara ikian sepeda motor Honda  di televisi minat beli konsumen . Adapun atribut dalam iklan sepeda motor Honda  di televisi yang dapat rnempengaruhi minat beli konsumen terhadap pnoduk tersebut adalah atnibut model . Sebisa mungkin produsen sepeda motor Honda meningkatkan ataupun mempertahankan iklan, pesan iklan dinilai sangat mempengaruhi konsumen untuk melakukan niat beli bahkan pembelian langsung. Oleh karena itu pesan iklan yang disampaikan kepada masyarakat adalah pesan iklan yang dapat menarik daya beli masyarakat. Frekuensi penayangan iklan televisi yang sering, penggunaan bintang iklan yang terkenal dan pesan iklan yang baik, sopan serta mudah dipahami menjadikan iklan cukup mengena dibenak konsumen. Namun  hendaknya produsen lebih sering menjadi sponsor utama dalam suatu acara atau pagelaran di televisi sehingga keunggalan Honda dapat di informasikan secara menyeluruh kepada konsumen.
Pada iklan Honda Vario CBS Techno, Honda menggunakan bintang iklan yang terkenal di masyarakat dan menggunakan adegan-adegan yang cukup ekstrem untuk menarik perhatian masyarakat. Honda juga memperkenalkan teknologi terbarunya yaitu Combi Brake yang menjadi ciri khas produk Vario CBS Techno dan tidak dimiliki produk motor lain. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan konsumen sebanyak-banyaknya. Selain menggunakan public figure yang terkenal, daya tarik iklan juga dapat ditingkatkan dengan memberikan sentuhan music dan pesan iklan yang menyatakan bahwa seolah-olah pengguna Vario adalah orang-orang yang stylish dan sporty. Iklan digunakan untuk menumbuhkan citra yang baik di mata masyarakat dan supaya produk Honda selalu melekat di hati masyarakat dengan segala keunggulannya.
Perusahaan Motor Yamaha
1.        Profil Perusahaan
Yamaha didirikan pada tahun 1887, ketika Torakusu Yamaha mendirikan perusahaan Yamaha Corp (Nippon Gakki) yang membuat alat musik piano / organ, tidak lama kemudian Yamaha dikenal sebagai pembuat berbagai instrumen musik terbesar di dunia. Pada 1 Juni 1955, berdirilah Yamaha Motor Corp. yang terpisah dari dari Yamaha Corp. namun masih tetap dalam satu grup. Motor produksi pertamanya adalah single cylinder 2 stroke 125cc. Produksi berikutnya menggunakan engine 175cc. Produksi motor berikutnya adalah twin cylinder YDI, yang di tahun 1957 produksinya mencapai sekitar 15.811 bikez. Selanjutnya Yamaha berkembang dengan cukup pesat dan ditahun 1959 keluarlah motor sportz pertamanya yang dikenal sebagai YDSI dengan 5 speed gearbox tahun 1960. Produksinya meningkat 6 kali lipat menjadi 138 ribu motor.
Setelah berakhirnya Perang Korea, perekonomian Amerika Serikat begitu booming dan ini mendorong eksport Jepang khususnya motor ke Amerika Serikat. Tahun 1962 ekspor Yamaha ke US sebanyak 12 ribu motorcyclez. Kemudian tahun 1962 sudah mencaoai 12 ribu unit. Demikian pula untuk tahun1963, kurang lebih sebanyak 36 ribu unit dan puncaknya di tahun 1964, ekspornya mencapai 87 ribu unit. Tahun 1963, Yamaha membuat motor 250cc, twin cylinder dan air cooled. Sejak saat itu, Yamaha lumayan dikenal di seantero Jepang. Tahun 1965, produksi Yamaha sudah mencapai 244 ribu unit dan peruntukkannya 50:50, dimana sebagian untuk eksport sedangkan sebagian lainnya konsumsi dalam negeri. Yamaha mulai mengembangkan sayapnya dengan membuka pabrik diluar negara Jepang. Pabrik di luar Jepang yang pertama kali dibuka adalah di Thailand di tahun 1966. Yamaha mulai melewati Suzuki dalam hal produksi motor, dimana pada tahun 1967 telah mencapai 406 ribu unit motor. Jumlah ini melewati saingan terdekatnya Suzuki dengan selisih sekitar 4 ribu unit.
Berbicara mengenai perkembangan motor Yamaha di Indonesia, tentunya tidak bisa melepaskan peranan Yamaha Indonesia Motor MFG. Yamaha Motor Kencana Indonesia merupakan salah satu produsen terbesar motor Yamaha di Indonesia. Yamaha Motor Kencana Indonesia merupakan ssebuah perusahaan yang didirikan pada 1974, yang beralamat di JL. DR. KRT. Rajiman Widyodiningrat. Perusahaan ini mampu memproduksi 3500 motor per hari atau sekitar 1.277.000 motor dalam 1 tahun. Yamaha Motor Kencana Indonesia adalah bagian dari Yamaha Motor Company Limited untuk pasar Indonesia. Yamaha Motor adalah bagian dari Yamaha Corporation dan kantor pusatnya berlokasi di Iwata, Shizuoka. Yamaha CEO Genichi Kawakami membawa Yamaha ke dalam bidang kendaraan bermotor pada 1 Juli 1955. Kunci sukses Yamaha Motor Kencana Indonesia dan perusahaan Yamaha secara keseluruhan dalam manual motor ciptaannya ialah dari segi promosi dan jaminan yang diberikan kepada konsumen dari segi promosi, Yamaha selalu menunjukkan image motor sporty super kencang yang didukung oleh  keterlibatan pembalap MotoGP.
2.        Penjualan
Penjualan PT Yamaha Motor Kencana Indonesia, agen tunggal pemegang merek motor Yamaha, turun 8,45% dari 276.284 unit pada September 2011 menjadi 252.927 unit pada Oktober 2011. Berdasarkan data bulanan Yamaha, penjualan ATPM ini pada bulan lalu mengalami penurunan di semua segmen, baik motor bebek, skuter otomatik (skutik), maupun motor sport. Pada bulan lalu, skutik yang terdiri dari beberapa model, yakni Yamaha Mio, Soul, dan Xeon, menjadi kontributor terbesar terhadap penjualan. Segmen ini berhasil terjual 133.874 unit pada bulan lalu. Adapun, segmen bebek yang terdiri dari beberapa motor, yakni Vega, Jupiter Z, MX, dan Lexam, berhasil terjual 92.491 unit, sedangkan motor sport yang terdiri dari Byson, Vixion, dan Scorpio terjual 26.562 unit. Tetapi  dari segi penjualan motor sport, Yamaha dapat dikatakan saat ini yang paling unggul dibanding pabrikan lain. Yamaha merajai pasar motor sport Indonesia. Dengan penjualan sebanyak 246.739 unit sepanjang Januari hingga September 2011, jumlah ini adalah yang tertinggi di kategori motor sport Indonesia.
Penjualan motor sport Yamaha di bulan September tahun ini menyumbang 28.992 unit yang diperoleh dari Byson yang terjual 5.181 unit, V-Ixion 20.843 unit dan Scorpio 2.968 unit. Dibandingkan bulan Agustus ada kenaikan sebanyak 1.156 unit di bulan ini. Dalam kurun penjualan selama 9 bulan di tahun ini, V-Ixion memberikan kontribusi tertinggi di kategori sport dengan jumlah yang terjual 185.864 unit. Tetap merajanya Yamaha di kategori motor sport didukung penerimaan pasar yang khususnya menempatkan V-Ixion sebagai motor sport ideal. Ditunjang facelift yang dilakukan Yamaha bulan Juni lalu dengan warna baru putih mengikuti tren serta striping baru terinspirasi R1, V-Ixion semakin dicintai konsumen Indonesia. Apalagi V-Ixion sudah dilengkapi Automatic Headlight On (AHO) sehingga ikut mendukung keselamatan berkendara. Sejak dikeluarkan di 2007 hingga September 2011 ini penjualan V-Ixion mencetak angka fantastis sebanyak 730.351 unit.
 







                                                                                


3.       Market Share
Persaingan sengit market share Honda dan Yamaha di tanah air menjadi sangat sengit sekitar 5 tahun belakangan ini. Berdasarkan data penjualan Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) versi Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), tahun 2005, Yamaha hanya mampu menjual 1.224.669 unit (24,2% market share) sedang Honda 2.648.157 (52,4% pasar). Tahun berikutnya, market share Yamaha naik menjadi 32,9% (1.458.561 unit) sementara Honda justru berhenti di (52,8% 2.340.168 unit). Penjualan Yamaha terus melonjak memasuki tahun 2007 dengan perolehan 1.833.506 unit (39,1%) dan Honda 2.140.989 (45,7%). Meski secara persentase bergerak sedikit di 2008, Yamaha mampu memperpendek jarak penjualan dengan Honda. Sepanjang 2008, Yamaha mampu menjual 2.465.546 unit (39,6% pasar) atau sedikit di bawah Honda yang mampu menjual 2.874.576 unit (46,2% pasar).
Jarak Yamaha dengan Honda makin pendek memasuki tahun 2009. Pabrikan berlogo garpu tala itu mampu menjual 2.650.992 unit atau selisih 50.286 unit dari total penjualan Honda sebesar 2.701.278 unit. Prestasi ini berlanjut hingga tahun 2010, dimana Yamaha memperoleh penjualan 3.326.380 unit, sementara Honda 3.416.049 unit. Market share mereka masing-masing 45,1% Yamaha dan 46,4% Honda. Dalam waktu 5 tahun, Yamaha mampu memangkas jarak market share dengan Honda hingga hanya selisih 1,3% saja.
Kejelian dari Yamaha untuk menghasilkan produk yang disukai konsumen dan kemampuannya untuk mengkomunikasikan produk tersebut kepada konsumen layak diberi pujian. Contohnya: produk motor Mio yang mampu bersaing dengn motor Kymco yang keberadaannya sama-sama baru. Namun, Kymco tidak pintar dalam mengkomunikasikannya kepada konsumen, maka produk Kymco pun menghilang dari pasaran tetapi berbeda dengan Yamaha, yang begitu genjar melakukan promosi produknya sehingga dapat meningkatkan penjualan. Hasilnya, Mio menjadi kontributor terbesar dari seluruh lini produk Yamaha. Hingga Q I-2011, kontribusi Mio sebesar 36,7% terhadap total penjualan Yamaha sebesar 1.646.084 unit.
Sementara itu, untuk kategori lainnya (Jupiter dan Vega), Yamaha mengambil jalur komunikasi lebih ‘merakyat’. Dua produk tersebut dilekatkan kepada citra kalangan menengah-bawah yang mengidamkan produk berkualitas harga terjangkau. Makanya, Yamaha mengambil tagline “Menjawab Semua Impian” untuk produk Vega yang kontribusinya 14,59% terhadap total penjualan Q I-2011.
Tabel market share beberapa produk motor
 








4.       Karakteristik Pembeli      
        Pembeli pasti menginginkan produk yang berkualitas. Kualitas produk menjadi hal utama yang menjadi pertimbangan para pembeli untuk membeli produk pabrikan. Hal yang menunjukkan kualitas produk yang dimiliki Yamaha diantaranya ialah yamaha mio yang menjadi market leader untuk motor skuter matic, Yamaha v-ixion yang menjadi market leader dalam penjualan motor sport, serta kemenangan pembalap-pembalap Yamaha dalam ajang bergengsi MotoGP juga menjadi tanda kualitas produk yang dimiliki Yamaha.
Di samping kualitas produk, tinjauan terhadap harga juga semakin penting, karena setiap harga yang ditetapkan perusahaan akan mengakibatkan tingkat permintaan terhadap produk berbeda. Adanya pengaruh permintaan dan penawaran mengakibatkan penetapan harga yang tepat perlu mendapat perhatian yang besar dari perusahaan. Pada hakekatnya harga ditentukan oleh biaya produk. Jika harga yang ditetapkan oleh perusahaan tepat dan sesuai dengan daya beli konsumen, maka pemilihan suatu produk tertentu akan dijatuhkan pada produk tersebut  (Basu Swastha dan Irawan, 2001). Perusahaan menetapkan harga karena berbagai pertimbangan, namun ada baiknya jika dalam penetapan harga tersebut disesuaikan juga dengan nilai, manfaat, dan kualitas produk. Salah satu contoh yang dilakukan Yamaha ialah adanya program cash back jika konsumen memenuhi persyaratan dari dealer-dealer Yamaha dalam pembayaran serta adanya sistem kredit (cicilan) yang mempermudah masyarakat untuk memiliki produk yamaha.
Faktor lain yang menjadikan pembeli memilih produk dari pabrikan mana yang akan ia pilih ialah dari segi kemenangan pabrikan motor tersebut dalam berbagai ajang perlombaan motor. Dan salah satu perlombaan motor yang paling begengsi ialah gelaran MotoGP. Tahun lalu juara dunia MotoGP diraih oleh Jorge Lorenzo yang mewakili pabrikan Yamaha. Secara tidak langsung hal itu berpengaruh terhadap penjualan motor Yamaha yang dikabarkan naik setelah dinobatkannya Lorenzo sebagai juara dunia MotoGP tahun 2010. Tetapi tahun ini juara dunia MotoGP diraih oleh Casey Stoner yang mewakili pabrikan Honda. Dampak kemenangan Honda tersebut terhadap tingkat penjualan produk memang tidak dapat dirasakan secara langsung, tetapi pasti beberapa waktu ke depan akan mulai terlihat peningkatan penjualan produk Honda. Hal itu dikarenakan pembeli juga melihat bahwa produk pabrikan yang terbaiklah yang akan menang dalam ajang bergengsi MotoGP sehingga pembeli menjadi sangat terpengaruh terhadap hasil perlombaan.
Profil pengguna sepeda motor merek Yamaha adalah responden yang lebih suka membeli motor selain di dealer, mempertimbangkan lokasi tempat membeli motor, mempertimbangkan faktor harga, tetapi tidak mempunyai ekspektasi terhadap harga jual kembali. Persepsi konsumen terhadap merek Yamaha adalah image motor anak muda, desain yang bagus, iklan yang menarik dan atribut iklannya terlihat dimana-mana.

5.        Analisis Iklan
Untuk lebih memperkenalkan produknya, Yamaha gencar melakukan kegiatan promosi untuk menarik minat beli konsumen, diantaranya membuat iklan melalui media cetak ataupun elektronik, menyebarkan selebaran kepada masyarakat, mengadakan pertunjukan musik, mengadakan service gratis bagi pengguna sepeda motor Yamaha, dan lain – lain. Untuk lebih menarik konsumen, Yamaha menggunakan bintang iklan dari kalangan selebritis atau orang yang telah dikenal oleh khalayak ramai antara lain, Valentino Rossi ( Juara MotoGP 2009 ), Jorge Lorenzo (Juara MotoGP 2010 ), Komeng, Dedy Mizwar ( Artis Indonesia ), dan lain-lain.
Selain menggunakan artis terkenal untuk mempromosikan produknya, Yamaha juga memasukkan tema-tema sosial dalam iklannya agar dapat menarik minat masyarakat. Contohnya ialah iklan Yamaha yang memasukkan unsur keindahan dan pelestarian alam. Selain itu, iklan Yamaha juga terkadang memasukkan unsur komedi di dalamnya. Untuk memasarkan produknya Yamaha juga mengeluarkan slogan-slogan yang mudah diingat. Salah satu yang terbaru ialah slogan “Semakin di Depan”. Slogan tersebut kerap dimunculkan dalam iklan-iklan televisi maupun disematkan dalam baju dan motor pembalap Yamaha di MotoGP.









Perusahaan Motor Suzuki

1.        Profil Perusahaan
Perusahaan multinasional ini memiliki kantor pusat di Jepang. Basis dari perusahaan ini terletak di negara sakura tersebut. Memfokuskan diri pada berbagai jenis kendaraan adalah pekerjaan utama dari perusahaan Suzuki motor. Jenis kendaraan seperti mobil dan motor yang biasanya dikenakan secara individual memang sudah menjadi fokus utama dari perusahaan ini. Namun, seolah tak mau menyiakan kesempatan yang ada, kendaraan untuk kepentingan pekerjaan seperti truk dari ukuran kecil, sedang hingga yang besar juga menjadi barang produksi dari Suzuki Motor. Perkembangan pesat telah dialami oleh Suzuki Motor. Dari awal perjalanannya di dunia produksi otomotif ini, sebanyak 15 anak perusahaan atau cabang dari perusahaan pusat tersebar di 14 negara. Dari sekian banyaknya anak perusahaan, sejumlah 14.000 karyawan menggantungkan hidupnya pada perusahaan Suzuki Motor.
Cabang perusahaan yang dimiliki Suzuki Motor sebanyak 15 kemudian bertambah terus seiring dengan semakin berkembangnya perusahaan ini. Saat ini, sebanyak 22 negara terlibat dalam pembuatan kendaraan bermotor dengan merk Suzuki. Bukan hal yang mengherankan jika akhirnya masyarakat dunia mengenal beberapa produk dari Suzuki Motor. Dunia bisnis tidak pernah lepas dari persaingan. Fokus yang sama dalam berbisnis adalah alasan hingga persaingan antar perusahaan sering terjadi begitupun dengan Suzuki Motor. Pesaing utama dari perusahaan Suzuki Motor ini tentu saja perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang yang sama. Perusahaan itu antara lain Toyota, Ford, Honda, dan Daihatsu. Tidak bisa dipungkiri, keberadaan para pesaing tersebut juga cukup menjadi permasalahan tersendiri bagi Suzuki Motor.
Untuk lebih memperkuat pertahanan dalam bisnis otomotif ini, Suzuki Motor membutuhkan kerjasama dengan perusahaan yang juga bergerak di bidang yang sama. Kerjasama dengan perusahaan sejenis seperti Nissan, Mitsubishi, Mazda, dan Volkswagen pun dilakukan oleh Suzuki Motor. Kerjasama yang dilakukan oleh Suzuki Motor dengan banyak perusahaan dilakukan dengan cara sistem pmbelian saham. Awalnya sebagian besar saham Suzuki Motor dimiliki oleh General Motors. Kini, volkswagen telah memiliki saham sebesar 19,9% pada perusahaan Suzuki  Motor.

2.        Penjualan
Dalam data penjualan motor Suzuki di bulan September lalu terungkap kalau pabrikan Jepang berlambang huruf S ini telah mengalami penurunan penjualan. Bila di bulan Agustus, Suzuki mampu menjual 47.618 motor di Indonesia, angka tersebut turun di bulan September. Di bulan kesembilan tersebut, penjualan Suzuki hanya 43.643 motor atau turun 8,3 persen dibandingAgustus. Bila dirunut lagi, maka seluruh model motor Suzuki diketahui mengalami penurunan penjualan. Model sport yang diisi oleh Suzuki Thunder di bulan September hanya laku terjual 1.190 unit atau turun 29,8 persen. Sementara motor model skuter yang diisi oleh Spin, Hayate dan Skydrive mengalami penurunan penjualan sebesar 9,7 persen setelah hanya terjual sebanyak 10.680 unit saja. Adapun motor bebek yang diperkuat oleh Satria, Titan dan Axelo terjual sebanyak 31.573 unit di bulan September lalu atau 7,2 persen.
Namun, bila dikalkulasi dari Januari sampai September, Suzuki mengalami penjualan yang cukup baik sebab penjualan total mereka naik tipis 1,1 persen dibanding tahun 2011 setelah di Januari-September lalu berhasil menyalurkan 397.648 motor.
Sebelumnya produksi sepeda motor PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) 40.000-50.000 unit per bulan, kini tinggal 20.000- 25.000an unit. Sekitar 1,2 juta sepeda motor dapat diproduksi oleh Suzuki setiap tahunnya. Dari angka itu 15 sampai 20 persennya diekspor.
Di Tokyo, produsen automotif Jepang, Suzuki Motor, mengalami peningkatan laba bersih perusahaan hampir tiga kali lipat pada periode April- Desember, dipicu membaiknya penjualan di AS meski nilai tukar yen di dalam negeri menguat. Sejumlah perusahaan Jepang terkena dampak penguatan yen di dalam negeri sehingga barang-barang yang diproduksi di Jepang kalah bersaing karena lebih mahal. Hal ini membuat laba perusahaan Jepang tergerus karena selisih kurs. Suzuki yang juga beraliansi dengan VW di Eropa membukukan laba bersih 42,6 miliar yen (USD518 juta), naik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya 15,49 miliar yen. Secara keseluruhan, selama kurun waktu April-Desember, penjualan Suzuki naik 8,4% menjadi 1,92 triliun yen dari sebelumnya 1,78 triliun yen. Kenaikan penjualan ini dipicu permintaan India, di mana Suzuki menguasai 50% pangsa pasar mobil melalui merek hasil kolaborasi perusahaan lokal Suzuki Maruti. Suzuki memperkirakan, hingga akhir tahun fiskal 2010 yang berakhir Maret mendatang penjualan Suzuki bisa mencapai 2,5 triliun yen dengan laba bersih sekitar 34 miliar yen.
Suzuki Motor Corp mengumumkan, pada tahun fiskal 2010 laba bersih dan laba sebelum dipotong pajak grup perusahaan melonjak masing-masing 56,2 persen dan 30,5 persen dibanding tahun 2009. Pada tahun fiskal 2010 laba bersih sebesar 45,17 miliar yen, dan laba sebelum dipotong pajak sebesar 122,50 miliar yen, dan kenaikan penjualan sebesar 5,6 persen menjadi 2,61 triliun yen, serta laba operasi naik 34,7 persen menjadi 106,93 miliar yen. Selama tahun fiskal 2010, jumlah mobil produksi Suzuki yang terjual di seluruh dunia sebanyak 2,642,000 unit, atau naik 12,4 persen. Tingginya penjualan di Asia membantu menutupi penurunan penjualan di Eropa, dan Amerika Utara.


3.        Market Share
Table market share beberapa produk motor
ALL BRAND
SUZUKI
255.720
MARKET SHARE
6.3%
HONDA
2.099.349
MARKET SHARE
51.8%
YAMAHA
1.646.084
MARKET SHARE
40.6%
KAWASAKI
46.696
MARKET SHARE
1.2%
TVS
7.916
MARKET SHARE
0.2%
KANZEN
310
MARKET SHARE
0.0%
TOTAL MARKET
4.056.075

Pada data diatas menunjukkan penjualan motor Suzuki pada tahun 2011 menduduki peringkat ke-3 di Indonesia. Dengan total market sebanyak 4.056.075, Suzuki hanya berhasil menguasai 6.3% pasar atau sebesar 255.720 di bawah Honda dan Yamaha yang masing – masing sebesar 2.099.349 dan 1.646.084.



4.        Karakteristik Pembeli
Profil pengguna sepeda motor merek Suzuki adalah responden yang berpendidikan formal se-tingkat Sarjana atau lebih tinggi, tidak mempertimbangkan faktor diskon dalam membeli sepeda motor, tidak berusaha mencari informasi atau tidak memperhatikan faktor frame of reference, dan mempunyai ekspektasi walaupun tidak sekuat ekspektasi dari responden pengguna merek Honda. Persepsi konsumen terhadap Suzuki adalah sebagai motor berteknologi tinggi dan maju dalam inovasi.

5.        Analisis Iklan
Dalam iklan Suzuki Sky Drive, Suzuki mencoba menunjukkan sebuah motor matik yang didesain untuk laki-laki. Suzuki menunjukkan tampilan desain Sky Drive yang futuristik. Ditampilkan juga bahwa Suzuki Sky Drive mempunyai desain yang aerodinamis. Kemudian suzuki menunjukkan bahwa sistem suspensi dari Sky Drive yang responsif. Selain itu dalam iklan ditunjukkan ada seseorang yang naik sepeda gunung. Ini menunjukkan bahwa Sky Drive adalah motor yang tangguh melewati jalanan seperti sepeda gunung yang tangguh melewati jalanan berbukit di gunung.








DAFTAR PUSTAKA






1 komentar: